Aku bersembunyi di balik kata-kata. Tempatku mengagumimu tanpa ketahuan.

Andrei Aksana (via kuntawiaji)

(Source: claraarcpus, via laelylaely)

Kalau perempuan berbicara, jangan dengarkan apa yang diucapkan lidahnya, tetapi perhatikan kalimat-kalimat yang dipancarkan matanya.

M. Quraish Shihab (via kuntawiaji)

(Source: annisaadejanira, via laelylaely)

Berdirilah di depan cermin, kemudian berpikirlah tentang apa yang mau kamu lakukan untuk seseorang di dalam cermin itu. Kira-kira begitu.

—(via zarryhendrik)

Menjelaskan sesuatu yang sebenarnya belum jelas.

Aku terjebak di dalam gelap.

menunggu.

kemudian cahaya itu datang, masuk.

mengetuk.

terang itu sedikit dapat kuraih.

kemilaunya menyenangkan.

menerbangkan rasa yang mati.

rasaku berfikir, itu cahayaku.

tapi, tidak.

itu bukan cahayaku.

bila aku raih,

orang di belahan bumi lain akan merasa, gelap.

dan itu karena aku.

Aku satu diantara jutaan orang-orang yang mengaggumimu. 

sebuah deretan kata dari @zarryhendrik

sebuah deretan kata dari @zarryhendrik

ketika dua orang anak manusia berbicara soal komitmen. kedua nya yakin. keduanya sepakat. 

waktu mengiring mereka kepada suatu sisi. sisi dimana tidak lagi terdapat celah penuh terhadap apa yang mereka sepakati.

salah seorang dari anak manusia itu, terlanjur yakin akan apa yang dia rasa. ia lupa. sepakat yang telah terucap merupakan putaran kertas yang berlalu begitu saja. saat rasa menenggelamkan anak manusia tersebut dalam pesonanya yang indah.

kata bukan lagi sekedar penghias, tetapi suatu bumbu manis yang hadir disela-sela pertemuan waktu. sikap tidak lagi sekedar satu, tetapi menjadi berjuta. saat senyum menjadi pesona indah di pagi hari. saat tatapan bukan hanya sebuah pengelihatan tetapi menyampaian rasa yang terdalam. tergoda dengan indahnya pelangi.

saat kenyataan tertutup oleh embun indah di pagi hari. tidak ada kata yang keluar untuk mengelak. saat rasa yang berbisik, membuka semua jendela yang selama ini tertutup, mengisi ruang kotak yang dulu kosong. bukan teori yang berbicara tetapi rasa.  

keluar dari jalur memang. tapi bukankah semua pesona itu tidak bisa dilarang. ketika kata sepakat itu harus berhadapan dengan rasa, berperang saling berkata ego masing-masing. terlanjur sudah terlanjur. 

ketika seorang anak manusia yang satunya menyadarkan semua. tidak seharusnya seperti ini. semua serpihan kata sepakat mulai di rapatkan pada tujuan. 

yang satunya mengerti, memahami. itu ego.

setelahnya, semuanya berjalan beriringan waktu, termasuk satu kaliamat sepakat tersebut.

NIGHTNIGHT by DEDDY